Portofolio Praktik Pengalaman Lapangan Mandiri (PPLM)

E-Portofolio Praktik Mengajar Mandiri Program Pendidikan Profesi Guru

Dokumentasi komprehensif analisis rancangan pembelajaran, bahan ajar, media interaktif, rekaman video praktik mengajar, kegiatan nonmengajar, serta instrumen penilaian autentik di sekolah mitra.

Foto Profil Kadek Angga Arijaya Kusuma

Kadek Angga Arijaya Kusuma

Mahasiswa PPG Prajabatan
NIM 2664826021
Bidang Studi Informatika
LPTK Penyelenggara Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA)
Sekolah Tempat Praktik SMPN 1 Singaraja
Dosen Pembimbing Lapangan Prof. Dr. Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd.
Guru Pamong Kadek Martina, S.Pd.
01

Analisis Produk Rancangan / Perencanaan Pembelajaran

Analisis kritis terhadap Modul Ajar / RPP yang dirancang untuk Praktik Mengajar Mandiri Informatika di SMPN 1 Singaraja.

Modul Ajar Informatika Fase D Kurikulum Merdeka

Perencanaan Pembelajaran: Berpikir Komputasional & Pemrograman Visual

Satuan Pendidikan SMPN 1 Singaraja
Fase / Kelas / Semester Fase D / Kelas VIII / Semester Ganjil
Alokasi Waktu 1 Pertemuan (3 JP x 40 Menit)
Model Pembelajaran Problem-Based Learning (PBL)

Poin Kritis Analisis Rancangan (Refleksi PPG)

  • Kesesuaian dengan Karakteristik Siswa: Rancangan pembelajaran disesuaikan dengan taraf kognitif dan karakteristik siswa kelas VIII SMPN 1 Singaraja. Siswa memiliki rasa ingin tahu yang tinggi namun menunjukkan tingkat pemahaman serta daya abstraksi yang beragam terkait konsep komputasi. Oleh karena itu, transisi dari konsep logika abstrak dijembatani melalui representasi visual, aktivitas simulasi nyata (unplugged), serta analogi konkret sehari-hari (seperti tumpukan baki kantin dan antrean perpustakaan).
  • Integrasi Pembelajaran Berdiferensiasi: Diferensiasi proses diakomodasi berdasarkan pemetaan kesiapan kognitif siswa yang dibagi menjadi tiga kategori (Perlu Bimbingan, Cakap, dan Mahir). Strategi yang diterapkan meliputi pembagian kelompok secara heterogen, pemberian perancah (scaffolding) melalui "Kartu Operasi Data" bagi siswa yang membutuhkan langkah terpandu, serta pelibatan siswa berkemampuan mahir sebagai tutor sebaya (peer tutoring).
  • Tantangan & Antisipasi Rancangan: Tantangan berupa keberagaman kecepatan belajar dan potensi dominasi siswa tertentu dalam kelompok diantisipasi dengan menetapkan pembagian peran kerja yang terstruktur (Navigator, Operator, Quality Checker, dan Juru Bicara) secara bergantian. Selain itu, keterbatasan waktu dioptimalkan dengan penyiapan panduan LKPD Digital / Lembar Penelusuran Alur (Tracing Sheet) yang sistematis untuk mempermudah siswa mempraktikkan proyek dan melacak kesalahan (debugging) tanpa kendala instruksional.
Berkas Modul Ajar
02

Analisis Materi Pembelajaran

Analisis struktur bahan ajar, kedalaman materi esensial, penataan lembar kerja (LKPD), serta identifikasi miskonsepsi siswa.

Bahan Ajar & LKPD Terpadu Analisis Konseptual & Prosedural

Struktur Materi: Berpikir Komputasional - Struktur Data

Kedalaman & Relevansi Materi

Materi disusun secara bertingkat (scaffolding) mulai dari:

  • Tingkat Faktual: Contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari seperti daftar absensi siswa, tumpukan piring, antrean loket, silsilah keluarga, dan peta rute jalan.
  • Tingkat Konseptual: Pemahaman cara menyimpan, mengorganisasikan, dan mengatur data secara terstruktur (Array, Stack, Queue, Tree, dan Graph) beserta prinsip kerjanya (LIFO dan FIFO).
  • Tingkat Prosedural: Penulisan dan penerapan operasi dasar pada struktur data seperti penambahan data (Insert/Push/Enqueue), penghapusan data (Delete/Pop/Dequeue), dan pencarian data (Search/Traversal).
  • Tingkat Metakognitif: Mengidentifikasi, menguji, dan mengeksplorasi implementasi nyata struktur data pada sistem operasi (struktur folder) dan aplikasi web (riwayat tombol back browser).

Identifikasi Miskonsepsi Siswa & Solusi

Temuan Kendala/Miskonsepsi Solusi Pedagogis Penerapan
Siswa sering tertukar dan kesulitan membedakan prinsip kerja antara tumpukan (Stack) dengan antrean (Queue). Diterapkan aktivitas unplugged computing: siswa melakukan simulasi barisan fisik terarah di depan pintu kelas dan lorong buntu untuk membedakan LIFO dan FIFO.
Kebingungan dalam melihat visualisasi hubungan hierarki dan relasi abstrak pada struktur data yang kompleks. Disediakan aktivitas plugged berbasis komputer dengan mengeksplorasi diagram cabang pada panel navigasi File Explorer (Tree) dan simulasi riwayat browser (Stack) secara eksplisit.
Folder Materi Ajar, LKPD Siswa
Google Drive Folder • Berisi Materi Bacaan, Panduan Praktik, & Lembar Kerja
03

Analisis Media Pembelajaran

Evaluasi efektivitas pemanfaatan media pembelajaran berbasis presentasi kontekstual, simulasi kinestetik unplugged, dan eksplorasi plugged di laboratorium komputer SMPN 1 Singaraja.

Metode Unplugged & Plugged Informatika Kelas 7

Media Pembelajaran: Slide Interaktif Kontekstual, Simulasi Barisan Tubuh, & Eksplorasi Sistem Komputer

Media 1

Slide Analogi Riil & Pemantik Masalah Nyata

Digunakan saat fase apersepsi melalui analogi lemari rapi vs berantakan, serta pemantik masalah riil seperti fungsi tombol Undo (Ctrl+Z), antrean cetak printer, dan rute Google Maps.

Analogi Konkret Apersepsi Kontekstual
Media 2

Simulasi Kinestetik Unplugged (Barisan Tubuh)

Aktivitas belajar tanpa layar menggunakan ruang kelas untuk membuktikan alur kerja antrean kantin (Queue - FIFO) dan lorong buntu satu arah (Stack - LIFO) secara konkret.

Kinesthetic Learning Bebas Miskonsepsi FIFO/LIFO
Media 3

Eksplorasi Plugged Lingkungan Komputer (OS & Browser)

Praktik langsung di PC lab untuk memvisualisasikan struktur hierarki Tree lewat folder bersarang di File Explorer dan prinsip Stack lewat tombol Back pada peramban web.

Hands-on File Explorer Verifikasi Mesin Waktu Browser

Hasil Evaluasi & Refleksi Efektivitas Media

Dampak Positif: Integrasi metode unplugged (simulasi fisik) dan plugged (eksplorasi langsung) terbukti efektif mengonstruksi pemahaman konsep abstrak struktur data (Array, Queue, Stack, Tree, dan Graph). Siswa dapat memahami perbedaan prinsip kerja FIFO dan LIFO tanpa tertukar melalui pengalaman langsung, serta mengaitkannya dengan fitur digital yang mereka gunakan sehari-hari.

Kendala Teknis & Solusi: Untuk mengantisipasi variasi kesiapan unit PC di laboratorium komputer, kegiatan praktik diarahkan memanfaatkan aplikasi bawaan sistem operasi dan browser standar tanpa membutuhkan instalasi software tambahan. Pendekatan unplugged juga berfungsi optimal sebagai strategi cadangan saat terjadi kendala teknis jaringan internet di sekolah.

Folder Media Presentasi, Link Game Edukasi, & Aset Visual
Google Drive / Cloud Link • Slide PPTX, PDF, Video Panduan, & Tautan Interaktif
04

Analisis Video Pelaksanaan Praktik Mengajar Mandiri

Dokumentasi rekaman video pelaksanaan pembelajaran mandiri beserta analisis keterampilan dasar mengajar guru PPG.

Video Praktik Pembelajaran

Refleksi Keterampilan Mengajar di Kelas VIII SMPN 1 Singaraja

Pendekatan TaRL

1. Penerapan Prinsip Teaching at the Right Level (TaRL)

Pendekatan TaRL menekankan pentingnya mengajar sesuai dengan tingkat kesiapan dan pemahaman awal peserta didik, bukan sekadar menuntaskan capaian kurikulum secara kaku. Dalam video ini, penerapannya terlihat pada:

  • Penjajakan Kesiapan Belajar & Scaffolding Bertahap [00:00:35]: Guru tidak langsung masuk ke materi teknis struktur data, melainkan mengawali dengan menggali pengetahuan prasyarat peserta didik dari materi sebelumnya (aplikasi perkantoran/Excel) pada [00:00:35]. Guru membangun jembatan pemahaman dari konsep yang sudah dikenal menuju materi baru secara bertahap.
  • Akomodasi Gaya Belajar melalui Peragaan Kinestetik Konkret [00:10:21] & [00:12:45]: Untuk memfasilitasi peserta didik yang kesulitan memahami abstraksi simpul (vertex) dan sisi (edge), guru menghadirkan simulasi bermain peran (roleplay). Peserta didik diajak maju ke depan kelas untuk memeragakan hierarki pohon (Tree) sebagai struktur organisasi kelas pada [00:10:21] serta interkoneksi jaringan (Graph) pada [00:12:45]. Langkah ini efektif menurunkan tingkat abstraksi materi ke level konkret sesuai kapasitas kognitif siswa.
  • Asesmen Formatif Interaktif & Gamifikasi [00:06:41] & [00:17:08]: Pengecekan pemahaman dilakukan berkala, baik melalui apresiasi keaktifan siswa yang berani menjelaskan perbedaan konsep di depan kelas pada [00:06:41], maupun melalui kuis kelompok berbasis pemilihan nomor pada [00:17:08]. Hal ini memberikan kesempatan bagi siswa di berbagai tingkatan pemahaman untuk berpartisipasi dan saling melengkapi bersama teman sebayanya (peer-assisted learning).
Pendekatan CRT

2. Penerapan Prinsip Culturally Responsive Teaching (CRT)

Pendekatan CRT menggunakan latar belakang budaya, pengalaman keseharian, dan identitas kultural peserta didik sebagai pintu masuk pembelajaran yang bermakna. Bukti penerapannya meliputi:

  • Integrasi Nilai Budaya Lokal & Keramahan Sosial [00:00:22] & [00:34:05]: Pembelajaran dibuka dengan salam kearifan lokal Bali (Panganjali Umat: Om Swastyastu) pada [00:00:22] dan diakhiri dengan salam penutup (Parama Santhi) pada [00:34:05]. Praktik ini membangun suasana belajar yang aman, nyaman, religius, serta menghormati identitas kultural lingkungan sekolah di Bali.
  • Kontekstualisasi dengan Budaya Keseharian Siswa (Youth Culture): Konsep komputasi yang rumit didekatkan melalui fenomena yang lekat dengan rutinitas generasi muda saat ini:
    • Struktur data Graph dianalogikan dengan interaksi saling mengikuti (mutual follow) di media sosial Instagram pada [00:02:08].
    • Konsep penentuan rute graf didekatkan dengan aplikasi navigasi Google Maps dan lokasi yang akrab bagi siswa pada [00:05:33].
    • Struktur data Tree dihubungkan dengan silsilah keluarga dan susunan kepengurusan kelas pada [00:04:23].
  • Membangun Iklim Kelas Kolaboratif yang Inklusif: Pengorganisasian kelompok belajar dan pelibatan peserta didik (baik laki-laki maupun perempuan) dalam aktivitas simulasi mencerminkan nilai gotong royong dan kesetaraan kesempatan belajar. Hubungan antara guru dan peserta didik terjalin komunikatif, cair, dan tidak intimidatif.

Catatan Apresiasi & Penguatan Praktik Baik (Refleksi PPG)

Apresiasi Pelaksanaan: Praktik mengajar ini telah menunjukkan penguasaan pedagogik yang sangat baik dalam mengemas topik berpikir komputasional yang abstrak menjadi sesi belajar yang menyenangkan, interaktif, dan kontekstual. Integrasi prinsip TaRL terbukti berhasil menjangkau peserta didik dengan berbagai kecepatan belajar, sedangkan pendekatan CRT menciptakan atmosfer kelas yang inklusif dan berakar pada budaya lokal serta dunia keseharian siswa.

Rekomendasi Tindak Lanjut: Untuk memperkaya portofolio refleksi pembelajaran PPG ke depan, guru dapat menambahkan lembar kerja peserta didik (LKPD) ringkas di akhir sesi peragaan agar siswa yang memiliki tipe belajar reflektif-mandiri dapat menuangkan pemahaman konsep mereka secara tertulis setelah sesi simulasi kinestetik selesai.

Video Praktik Pembelajaran YouTube
Tersedia untuk ditonton langsung di YouTube atau via pratinjau
Buka di YouTube
05

Analisis Kegiatan Nonmengajar

Keterlibatan aktif dalam manajemen sekolah, pembiasaan karakter peserta didik, kegiatan kesiswaan, piket, and ekstrakurikuler di SMPN 1 Singaraja.

Aktivitas Lingkungan Sekolah Budaya Kerja Guru Profesional

Partisipasi Nyata dalam Ekosistem Sekolah Mitra (SMPN 1 Singaraja)

1. Pembiasaan Karakter & Persembahyangan

Melakukan kegiatan keagamaan melalui persembahyangan bersama untuk meningkatkan nilai spiritual siswa serta mendampingi pelaksanaan kegiatan Bulan Bahasa guna melestarikan budaya di sekolah.

Refleksi: Menumbuhkan nilai karakter religius dan cinta budaya pada ekosistem sekolah.

2. Kegiatan Jumat Bersih & Lingkungan

Berpartisipasi aktif dalam aksi Jumat Bersih guna menjaga kebersihan, keasrian, dan kenyamanan lingkungan belajar di sekolah bersama seluruh warga SMPN 1 Singaraja.

Refleksi: Membangun kepedulian terhadap lingkungan hidup dan mempererat kerja sama nyata.

3. Partisipasi Perayaan HUT Sekolah

Terlibat penuh dalam menyukseskan rangkaian HUT SMPN 1 Singaraja, mulai dari mendampingi jalan santai, mengawas lomba gerak jalan, donor darah, lomba memasak, hingga sosialisasi etika bermedia sosial.

Refleksi: Mengembangkan kompetensi manajerial, kepemimpinan lapangan, dan kepedulian sosial.

4. Pencarian & Pengelolaan Data Sekolah

Melakukan pelacakan dan pencarian dokumen data sekolah guna mendukung kebutuhan administrasi sekaligus memperdalam pemahaman terhadap profil organisasi dan tata kelola lembaga.

Refleksi: Mengasah ketelitian administrasi dan keterampilan analitis dalam pengelolaan informasi.
Dokumentasi Foto, SK Penugasan, & Laporan Kegiatan Nonmengajar
Google Drive Folder • Format PDF Laporan Kegiatan + Galeri Foto Kegiatan
06

Instrumen Penilaian yang Dirancang beserta Analisisnya

Rancangan instrumen asesmen diagnostik, formatif, sumatif, rubrik penilaian autentik, serta pengolahan dan analisis daya serap hasil belajar siswa.

Asesmen Autentik & Rubrik Kognitif, Afektif, & Psikomotorik

Sistem Asesmen: Rubrik Kinerja Alur Data (Stack & Queue) & Evaluasi Kebutuhan Belajar

Jenis Instrumen yang Digunakan

  • Asesmen Diagnostik Kognitif & Non-Kognitif: Mengidentifikasi penalaran pola/logika, preferensi belajar (dominan visual-kinestetik), serta kesiapan akses perangkat digital.
  • Asesmen Formatif (Rubrik Kinerja Proyek): Menilai kinerja LKPD "Arsitek Alur Data" pada operasi Push/Pop (Stack - LIFO), Enqueue/Dequeue (Queue - FIFO), dan misi pelacakan bug alur.
  • Asesmen Sikap (Profil Pancasila): Lembar observasi 5 kompetensi sosial emosional (CASEL) meliputi ketekunan saat error, kolaborasi meja lab, dan etika berelasi.
  • Asesmen Sumatif Akhir: Pemecahan studi kasus alur server sekolah, lembar penelusuran (tracing), rubrik presentasi kelompok Data Talk, dan lembar refleksi 3-2-1.

Ringkasan Analisis Hasil Belajar (Sampel 37 Siswa)

Jumlah Peserta Didik 37 Siswa (Kelas VIII A8 SMPN 1 Singaraja)
Kriteria Ketercapaian (KKTP) Nilai 75 (Kategori Ketercapaian: Cakap & Mahir, Skor ≥ 14)
Ketuntasan Klasikal 73.0% (27 Siswa Tuntas)
Tindak Lanjut Remedial 10 Siswa (Scaffolding konkret, kartu alur visual, & pendampingan intensif)
Tindak Lanjut Pengayaan 8 Siswa (Eksplorasi alur komputasi multi-kasus & penugasan tutor sebaya)

Refleksi & Rekomendasi Terhadap Instrumen

Asesmen diagnostik digital berhasil memetakan bahwa 45,9% siswa tidak memiliki perangkat mandiri di rumah, sehingga praktikum dialokasikan tuntas di laboratorium. Rubrik analitik formatif pada LKPD terbukti ramah kesalahan (error-friendly), membantu siswa menelusuri galat logika secara mandiri tanpa kecemasan. Pada siklus berikutnya, instrumen self-assessment dan peer-assessment saat sesi Data Talk disarankan lebih dioptimalkan guna menguatkan metakognisi antarteman.

Rekap Kisi-Kisi, Rubrik Penilaian, Lembar Soal, & Analisis Nilai
Google Drive Folder • Format XLSX / PDF • Form Diagnostik, Rubrik LKPD, & Analisis Nilai